Postingan

Rindu Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bertugas Mengurus Keluarga Saja

Dulu, tujuan menikah untuk ibadah dan bebas dari kehendak orang tua yang mau anaknya begini begitu serta bebas menjalankan hobi. Dan ini pun diwujudkan oleh suami. Begitu menikah, suami membebaskanku melakukan apa saja selama menurutnya positif dan tidak membuatku lupa akan kewajibanku sebagai istri. Bahagia banget rasanya. Setelah bertahun-tahun harus melakukan ini itu bukan karena kehendak diri sendiri, akhirnya saat menikah, aku bisa melakukan hal yang aku suka.  Namun, kebahagiaan ini tidak berlangsung lama. Seingatku rumah tangga yang baru kubina hanya setahun merasakan ekonomi berada di kelas menengah ke atas. Lalu Allah membalikkan roda kehidupanku dan suami di titik yang rendah. Ya, suamiku kehilangan pekerjaannya. Dan ini membuatku kembali menyingkirkan hal-hal yang ku suka berganti dengan membantu suami mencari uang demi dapur keluarga tetap mengepul. Jujur, kalau boleh memilih, rasanya aku ingin kembali menjadi ibu rumah tangga yang hanya mengurus keluarga saja tanpa iku...

Enak Banget Jadi Suami

Enak banget sih jadi suami. Cuma cari duit, selesai.  Nggak ada beres-beres rumah, momong anak, masak, dan sebagainya. Kalaupun suami mengerjakan itu, itupun hanya ala kadarnya saja. Kalaupun suami mengerjakan itu, ya karena istri sudah tolong-tolong alias sedang rempong banget. Kalaupun suami mengerjakan itu, ya memang karena dari keinginan sendiri. Lalu jika suami mengerjakan itu, pasti bakal dapat sanjungan dan pujian.  Sedangkan istri, koq rasanya lebih berat ya. Rasanya sudah terpatri di hati, kalau tugas istri itu ya bersih-bersih rumah, momong anak, masak, dan sebagainya.  Bisa saja sih tidak melakukan itu, tapi nggak bisa, ada yang mengganjal di hati. Bahkan pernah sampai ngerasa nggak becus jadi istri. Sebab berhari-hari tidak melakukan aktivitas yang biasa aku lakukan.Kayak ngerasa bersalah banget, gitu.  Hal ini terjadi mungkin karena contoh yang aku lihat di sekitar aku dimana ibuk, oman, juga atuk semua mengerjakan tugas rumah dan momong anak. Sedangkan ...

monolog rasa hati dimulai

Jika menulis bisa sembuhkan lara, keluh kesah, dan gelisah. Maka di sinilah ruang ber-monolog segenap rasa.